Page 35 - Rekayasa Pantai
P. 35
3.3. Kecepatan Rambat Gelombang 4
Cepat rambat gelombang disebut kecepatan fasa gelombang C (celerity). Jarak
yang ditempuh oleh sebuah gelombang selama satu periode gelombang sama
dengan satu panjang gelombang, oleh karena itu kecepatan gelombang dapat
dihubungkan dengan periode dan panjang gelombang oleh persamaan :
L
C = (3.2)
T
3.4. Teori Gelombang Linier 5
Teori gelombang dua dimensi dikembangkan dengan melakukan linierisasi
persamaan gelombang yang kompleks. Penyederhanaan ini diharapkan akan
memudahkan perhitungan-perhitungan yang berhubungan dengan gelombang
akan tetapi masih memenuhi persyaratan yang ada. Persamaan gelombang dua
dimensi diturunkan dengan mengambil kondisi batas (boundary condition);
permukaan air dan dasar laut.
Asumsi yang umumnya digunakan dalam pembuatan teori gelombang ini adalah:
1. Amplitudo gelombang adalah kecil dibandingkan dengan panjang
gelombang dan kedalamannya dan bentuk gelombang tidak berubah
terhadap waktu dan ruang.
2. Fluida bersifat ideal atau inviscid (kekentalannya rendah)
3. Gerakan partikel fluida adalah tidak berrotasi (irrotational). Tidak ada
tegangan geser pada batas air dan udara atau pada dasar laut. Tegangan
permukaan (surface tension) dapat diabaikan.
4. Fluida bersifat seragam (homogen) dan tidak mampu mampat
(incompressible)
5. Dasar perairan merupakan suatu batas yang impermeabel, horisontal, dan
diam/tetap, yang menyebabkan kecepatan vertikal pada dasar adalah nol.
6. Tekanan pada permukaan bebas seragam dan konstan. Tekanan angin tidak
diperhitungkan dan perbedaan tekanan hidrostatis karena perbedaan elevasi
diabaikan.
7. Efek coriolis dapat diabaikan (Efek Coriolis adalah pembelokkan arah
benda yang bergerak ketika dilihat dari kerangka acuan yang berputar)
8. Gelombang yang sedang diselidiki tidak berinteraksi dengan gerakan air
lainnya.
5 Yati Muliati, Studi Awal Perumusan Karakteristik Gelombang Laut Jawa, Bandung, ITB,
1997.
23

